Tolongjelaskan siapa nama ibu nabi musa alaihissalam?jawaban oleh fatwa center . Menurut beberapa sumber, ibu nabi musa lahir dan tumbuh di mesir. Pembahasan · 1) nabi musa as dilahirkan di mesir · 2) pada masa pemerintahan raja fir'aun · 3) ayah nabi musa bernama imran bin qahats · 4) ibu kandung nabi musa . MakaNabi Musa 'alaihissalam berkata, "Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.-Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.—Budi baik yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah Tidakbanyak yang tahu tentang keluarga Nabi Musa secara detil. Muncul anggapan bahwa mertua Nabi Musa adalah adalah Nabi Syuaib alaihissalam. Video Poster Dakwah kali ini akan mengupas secara tuntas apakah anggapan tersebut benar atau tidak melalui sejarah Nabi Musa dan kisah Nabi Syuaib alaihissalam yang merupakan satu dari 4 nabi dari Arab. Tempatwafat Gunung Nebu (Bukit Nabu') di Jordania (sekarang). Sebutan kaumnya Bani Israil dan Fir'aun (gelar raja Mesir) di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak 136 kali, Musa (Mose, Musse, Moses) adalah seorang nabi yang menerima Kitab Taurat. Nama Musa diberi keluarga Firaun, "Mu" berarti air dan "sa" adalah tempat penemuannya di tepi sungai Pembahasan· 1) nabi musa as dilahirkan di mesir · 2) pada masa pemerintahan raja fir'aun · 3) ayah nabi musa bernama imran bin qahats · 4) ibu kandung nabi musa . Perlu anda ketahui juga bahwa banyak yang mengatakan nama ibunda musa itu adalah mihyanah binti yashar bin lawi, ada juga yang mengatakan . · kisah ibunda musa tersebut . JAKARTA- Berikut ini merupakan kisah yang diriwayatkan dari Ka'ab al-Ahbar. Suatu kali, dia menjumpai seorang pendeta Yahudi keluar rumah dalam keadaan menangis. “Mengapa engkau menangis?” tanya Ka'ab kepadanya. Awalnya, pendeta itu enggan mengungkapkan alasannya berurai air mata. Namun, setelah Ka'ab berupaya meyakinkan lelaki itu, sang ahli agama Yahudi tersebut menjelaskan keadaan dirinya. Pendeta itu ternyata ingat suatu kisah yang dialami Nabi Musa AS tatkala sedang membaca Taurat. Pemimpin Bani Israil itu kemudian menyampaikan permintaannya kepada Allah SWT, “Ya Tuhanku, aku mendapatkan dalam alwaah, terdapat suatu umat yang bisa memberikan syafaat dan syafaat mereka akan diterima. Ku mohon jadikanlah mereka itu umatku.” “Mereka adalah umat Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam,” jawab Allah SWT. “Wahai Tuhanku, aku juga mendapatkan dalam alwaah, terdapat umat yang mereka dapat menebus dosa dengan cukup melaksanakan sholat lima waktu. Kumohon, jadikanlah mereka itu umatku,” Nabi Musa AS bermohon. “Mereka adalah umat Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam,” jawab Allah Ta'ala. “Wahai Tuhanku, aku juga mendapatkan dalam alwaah, ada umat yang akan membasmi kesesatan, sampai-sampai mereka akan membunuh Dajjal, si yang bermata satu. Jadikanlah mereka umatku,” pinta Nabi Musa AS. “Mereka adalah umat Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam,” jawab Allah kemudian. Demikianlah. Nabi Musa AS terus-menerus memohon dan memin ta. Berturut-turut disebutkannya tentang sifat suatu umat yang gemar bersuci dengan air dan tanah; umat yang boleh menerima harta rampasan perang. Padahal, dalam syariat Nabi Musa, harta ghanimah mesti dikumpulkan untuk kemudian turun api dari langit untuk membakarnya. Begitu pula, Nabi Musa terkesan lantaran Taurat mengabarkan adanya umat yang mengalami pelipatgandaan pahala. Taurat menjelaskan secara terperinci. Bila menjadi bagian dari umat itu, seseorang yang baru berniat mengerjakan kebaikan belum sampai melaksanakannya maka niatnya itu akan dicatat malaikat sebagai satu pahala kebaikan. Bila niat baik itu dilaksanakan, maka pahala bagi orang itu menjadi 10 hingga 700 kali lipat atau bahkan lebih. Kalau orang tadi berniat kejahatan, maka tidak ditulis apa-apa baginya. Jika niat jahat itu dilakukan, maka malaikat mencatat untuknya hanya satu kejahatan. Maka, Nabi Musa AS kembali memohon kepada Rabbnya. “Jadikanlah mereka yang demikian itu umatku,” kata beliau. Akan tetapi, jawaban yang datang kepadanya tetap sama yaitu yang memperoleh keistimewaan itu adalah umat Nabi Muhammad SAW. Nabi Musa AS kembali mendapati informasi dari Taurat. Betapa istimewanya umat Rasulullah SAW. Misalnya, sebanyak 70 ribu orang di antara mereka akan masuk surga tanpa melalui hisab. Baca juga Dulu Anggap Islam Agama Alien, Ini yang Yakinkan Mualaf Chris Skellorn Malah Bersyahadat Kemudian, mereka seluruhnya disebut Allah SWT sebagai sebaik-baik umat karena menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemungkaran amr ma'ruf nahi munkar. Padahal, umat Nabi Muhammad SAW muncul paling akhir, yakni menjelang Hari Kiamat. Bagaimanapun, mereka kelak di akhirat justru masuk surga paling awal dibandingkan umat-umat lain yang beriman kepada Allah SWT. Mereka juga dimampukan untuk menghafal Kitab-Nya di dalam dada serta gemar membacanya. Nabi Musa AS kemudian berkata, “Ya Allah, ingin sekali aku menjadi umatnya Muhammad SAW.” Maka Allah berfirman kepadanya, “Wahai Musa, Aku telah memilih engkau dan segenap manusia untuk menerima risalah-Ku dan firman- Ku. Maka, terimalah apa yang telah Aku beri kepadamu. Jadikanlah dirimu termasuk orang-orang yang bersyukur.” sumber Harian Republika – Membuka mushaf Al Quran secara acak. Tidak menyangka ketemu surah Al Qashas ayat 22-28. Setelah memahami rangkaian ayat-ayat tersebut, ada kisah bagaimana Nabi Musa bertemu jodohnya. Dalam ayat itu Nabi Musa alaihissalam tidak memilih sendiri jodohnya apalagi dijodohkan sebagaimana menimpa sebagian perempuan Indonesia. Jodoh Nabi Musa datang sendiri. Yang ditakdirkan menjadi bapak mertuanya adalah Nabi Syuaib alaihissalam. Orang tua tak perlu malu mencarikan jodoh terbaik bagi putrinya, lihat kisah Nabi Musa alaihissalam saat di negeri Madyan. Mengapa Nabi Syuaib alaihissalam mengambil Musa sebagai menantu? Prof. Dr. Quraish Shihab dalam kajian Tafsir al-Misbah bulan juni 2017, berpendapat Nabi Musa adalah sosok kuat dan terpercaya. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja pada kita ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya“. Al Qashas 26 Dari mana putri Nabi Syuaib tahu bahwa Musa kuat dan terpercaya? Musa alaihissalam sosok kuat, ia mampu membantu putri Nabi Syuaib saat kesulitan memberi air minum bagi hewan ternaknya. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan malu-malu, ia berkata “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap kebaikan mu memberi minum ternak kami” Al Qashas 25. Nabi Musa adalah pemuda yang bisa dipercaya saat ia dalam perjalanan menuju ke rumah Nabi Syuaib alaihissalam. Ia tidak berbuat genit, asusila dan cabul terhadap putri Nabi Syuaib. Ingat Musa alaihissalam dalam perjalanan itu, meminta di depan daripada harus dibelakang putri Nabi Syuaib yang bertindak sebagai penunjuk jalan. Terpercaya adalah syarat setelah aspek “kuat”, bagaimana mungkin orang tua menyerahkan putrinya kepada orang tak terpercaya? Bisa celaka di dunia maupun akherat nanti. Bukan ketampanan, justru ciri pria yang memenuhi syarat diambil mantu adalah seperti kisah Nabi Musa di atas. Pejabat pun harus kuat dan terpercaya agar ia bisa memimpin rakyatnya. Seorang suami harus kuat fisiknya, kuat kepribadiannya agar bisa melindungi dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Berkatalah dia Syuaib “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah suatu kebaikan dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insyaallah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.” QS Al Qashas 27. Perlu diketahui pembaca setia laman Suaramuslimdotnet, kondisi Nabi Musa alaihissalam tidak memiliki pekerjaan, namun Nabi Syuaib alaihissalam jatuh hati kepadanya. Diberilah ia pekerjaan, yang pekerjaan selama 8 tahun itu dianggap Nabi syuaib sebagai maharnya Musa alaihissalam. Prof Quraish Shihab mengingatkan, ini wujud terkabulnya doa Nabi Musa alaihissalam, doa dapat keselamatan, pekerjaan, istri dan perlindungan dari kejaran bala tentara Fir’aun. Beralih kepada Mahar. “Mahar itu adalah sesuatu yang bermanfaat, bisa dalam bentuk pekerjaan,” kata Quraish Shihab. Mahar itu hak perempuan, bukan hak orang tuanya. Di Indonesia terjadi salah kaprah, mahar perempuan, kadang disangkutpautkan dengan orang tuanya. Masih menurut Quraish Shihab, “Mahar itu bukan harga perempuan, mahar itu lambang kesediaan untuk hidup bersama untuk memenuhi kebutuhan pasangan“. Kepada calon mertua, tidak harus berupa emas 1 Kg, mobil asal Italia. Apalagi tanah 1000 hektar. Bisa dengan hafalan Al Quran seperti yang dipraktikkan salah satu menantu dai kondang AA Gym. Wallahu’allam Kontributor Fadh Ahmad Arifan Editor Oki Aryono loading...Pertemuan Nabi Musa alaihissalam dengan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj menyimpan hikmah dan pelajaran berharga. Foto/SINDOnews Kisah pertemuan Nabi Musa 'alaihissalam dengan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam saat Isra' Mi'raj sudah sering kita dengar. Peristiwa ini tidak cuma sekadar tawar menawar jumlah rakaat sholat, tetapi ada hikmah lain dari pertemuan kedua Rasul mulia ini. Dalam satu kajiannya, Gus Musa Muhammad menceritakan, saat peristiwa Isra Miraj itu Nabi Musa menyarankan Nabi Muhammad SAW supaya meminta keringanan kepada Allah terkait jumlah sholat fardhu yang pada akhirnya diringankan Allah menjadi 5 waktu sehari. Padahal Nabi Musa sudah lewat masa "dakwahnya" di dunia. Baca Juga Lalu apa sebenarnya hikmah lain di balik pertemuan itu? Nabi Musa adalah seorang Rasul bergelar Kalimullah yang juga termasuk jajaran Ulul Azmi, yakni lima Rasul berkedudukan tinggi di sisi Allah. Selain Nabi Muhammad, Nabi Musa juga diberi keistimewaan Allah untuk dapat berbincang dengan-Nya di Bukit firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 164وَرُسُلًا قَدۡ قَصَصۡنٰهُمۡ عَلَيۡكَ مِنۡ قَبۡلُ وَرُسُلًا لَّمۡ نَقۡصُصۡهُمۡ عَلَيۡكَ‌ ؕ وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوۡسٰى تَكۡلِيۡمًاArtinya "Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul lain yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung."Oleh karena mukjizat luar biasa ini, Nabi Musa sangat ingin mendengar kalimat dari Dzat yang sangat dicintainya. Beliau pun mempersiapkan batin yang suci, salah satunya dengan berpuasa selama 40 hari berturut-turut. Hingga pada akhirnya, terjadilah momen luar biasa kala itu diabadikan dalam Al-Qur'an"Dan ketika Musa datang untuk munajat pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman langsung kepadanya, Musa berkata, "Ya Tuhanku, tampakkanlah diri-Mu kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." Allah berfirman, "Engkau tidak akan sanggup melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya sebagai sediakala niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan keagungan-Nya kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, "Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman." QS Al-A'raf ayat 143Selayaknya kekasih, tidak hanya ingin berbincang, Nabi Musa juga ingin melihat Dzat Allah secara langsung, sebagaimana yang diabadikan dalam Al-Qur'an "Ya Tuhanku nampakkan diri Engkau agar aku dapat melihat-Mu". Namun permohonan itu dijawab oleh Allah "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. Tapi lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya, niscaya kamu dapat melihat-Ku."Gus Musa Muhammad menerangkan, sebagian ulama menafsirkan, kala itu hijab antara Dzat Allah dan Nabi Musa berjumlah hijab. Namun, hanya satu dari keseluruhan hijab yang pada akhirnya dibuka oleh Allah dan dipantulkan pada sebuah gunung yang kokoh untuk menuruti permohonan Nabi Musa. Gunung tersebut luluh lantak dan Nabi Musa pun terjatuh hingga pingsan. Setelah sadar, Nabi Musa pun bertaubat atas permohonannya itu serta menyucikan nama-Nya. Kegagalan Nabi Musa memandang dan mendapatkan Nur illahi itu membuatnya semakin berhasrat ingin mendapatkannya di lain inilah yang kemudian menyebabkan Nabi Musa selalu menghadang Nabi Muhammad SAW saat Isra' Mi'raj sesaat setelah menemui Allah. Nabi Musa mengajukan permohonan agar Nabi Muhammad kembali untuk meminta keringanan sholat wajib kepada itu sebenarnya bukan sekadar aktivitas tawar-menawar semata. Namun, sejatinya Nabi Musa ingin mendapat Nur cahaya Allah yang gagal didapatkannya dahulu. Sebab, sesaat setelah menemui Allah, Nur cahaya Allah membekas pada diri Nabi Muhammad SAW yang dibawanya turun. Berulang kali Nabi Musa bertemu Nabi Muhammad ternyata punya alasan. Nabi Musa ingin mendapatkan lebih banyak lagi Nur Allah berikut Gus Musa Muhammad, para Nabi merupakan orang-orang pilihan Allah yang segala tindakannya memiliki hikmah, yang tidak dapat dinalar oleh manusia pada umumnya. Kisah pertemuan Nabi Musa dan Nabi Muhammad SAW ini membuka pikiran kita bahwa peristiwa itu sebenarnya bukan sekedar tawar-menawar jumlah sholat fardhu, namun ada rahasia hikmah di antara pesan moralnya adalah kebolehan dan anjuran untuk mengambil berkah dari orang-orang saleh. Sebab, di dalam diri mereka tersimpan cahaya kebaikan yang selalu dibawanya dan akan menyinari hati orang-orang yang menginginkannya. Sekelas Nabi Musa saja senang bertemu dan ingin berlama-lama dengan Baginda Nabi Muhammad SAW yang mulia, bagaimana dengan kita umatnya yang belum pernah sama sekali bertemu beliau. Semoga Allah menghidupkan batin kita agar menjadi hamba yang As-Showi Ala Al-Jalalain Baca Juga Wallahu A'lam rhs Kompas TV cerita ramadan risalah Selasa, 12 April 2022 1511 WIB Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis adalah tanah yang disucikan oleh tiga agama samawi yaitu , Yahudi, dan Kristen. Nabi Musa diutus untuk mendakwah kepada kaum Yahudi. Sumber Unsplash/Sander Crombach JAKARTA, - Nabi Musa 'alaihissalam tercantum dalam 25 nama-nama Nabi yang disebutkan di dalam Al-Qur'an. Berdasarkan urutan, beliau berada di urutan ke-15. Beliau adalah satau Nabi yang diutus Allah kepada kaum Yahudi. Di antara watak yang dimiliki Nabi Musa, beliau merupakan sosok yang sangat spontan ketika bertemu dan memperlakukan orang lain. Lalu, ada kisah menarik tentang Nabi Musa dan malaikat maut sebagaimana dikutip dari laman resmi NU. Kisah ini dituliskan dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah. Dalam hadits tersebut disampaikan bahwa Allah SWT telah mengutus malaikat maut kepada Nabi Musa dalam wujud seorang pria. Dia meminta Nabi untuk memenuhi panggilan-Nya. Melalui malaikat, Allah juga menyampaikan bahwa ajalnya sudah dekat dan saat kematiannya akan segera tiba. Namun, sebagai sosok yang tegas, tidaklah mengerankan jika begitu didatangi malaikat, Nabi Musa langsung menampar wajah malaikat tersebut hingga matanya terpecah. Baca juga Kisah Umar bin Khattab Cium Istri saat Puasa Ramadan Maksudnya mata di sini adalah mata malaikat yang kala itu datang dalam wujud seorang pria. Sebab, jika bukan dalam wujud manusia, pasti Nabi tidak akan bisa menamparnya. Mendapat tamparan dari Nabi Musa, malaikat maut pun kembali kepada Allah dan mengadukan hal itu. Kemudian, Allah segera mengembalikan penglihatannya dan memerintah untuk kembali menemui Nabi Musa guna meminta meletakkan tangannya di atas punggung sapi jantan. Ia menghitung bulu-bulu sapi yang tertutup tangannya. Setiap bulu yang tertutup dihitungnya sebagai tambahan usia satu tahun. Walhasil, tambahan usianya sebanyak bulu sapi yang tertutup tersebut. Halaman Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA Kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ seperti cahaya yang menerangi benda-benda di sekelilingnya. Dia-lah al-Musthafa yang dipilih oleh Allah menjadi kekasih dan utusan di bumi. Mengangkat derajat kaum lemah, melepaskan belenggu kemusyrikan, dan membawa ajaran rahmat bagi seluruh alam. Umatnya adalah terbaik dibandingkan dengan umat-umat terdahulu. Pernyataan ini secara jelas disebutkan dalam al-Qur’an كُنْتُمْ خَيْرَ أمة أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ ١١٠ “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” QS. Ali Imran 110. Berita ini ternyata telah ada jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Salah satu nabi yang sangat mengagumi umat Nabi Muhammad ﷺ adalah Nabi Musa alaihissalam. Kekaguman Nabi Musa berawal ketika beliau membaca al-alwah kitab tentang keistimewaan sekelompok umat yang belum pernah ada sebelumnya. Ungkapan kekaguman Nabi Musa dijelaskan oleh Wahab Ibn Munabih seorang pemuka tabi’in ahli sejarah, dalam kitab Sabil al-Addikar karya Syekh Al-Habib Abdullah Alawi Al-Haddad, sebagai berikut يا رب ما هذه الأمة المحمدية التي أجدها في الألواح؟ قال هم أمة أحمد يرضون مني باليسير من الرزق أعطيهم إياه وأرضى منهم باليسير من العمل أدخل أحدهم الجنة بشهادة أن لاإله إلاالله Wahai Rab-ku! Siapakah umat Muhammadiyah bangsa Nabi Muhammad yang saya temukan di alwah? wahyu kitab taurat yang tertulis dalam bentuk lembaran. Allah menjawab “Mereka adalah umat Ahmad Nabi Muhammad ﷺ. Mereka ridha dengan sedikit rezeki yang kami berikan. Kami pun ridha kepada mereka dengan sedikitnya amal. Sebagian dari mereka akan dimasukkan ke dalam surga dengan bersaksi tiada tuhan selain Allah. قال فإني أجد في الألواح أمة يحشرون يوم القيامة وجوههم على صورة القمر ليلة البدر قال هم أمة أحمد أحشرهم يوم القيامة غرا محجلين من اثار الوضوء والسجود Nabi Musa berkata “Sungguh aku menemukan di alwah segolongan umat kelak mereka berkumpul di hari kiamat wajah mereka bersinar sebagaimana rembulan”. Allah menjawab, “Mereka adalah umat Ahmad, kami kumpulkan mereka pada hari kiamat dengan keelokan, serta tanda dari bekas wudhu dan sujud. قال فإني أجد في الألواح أمة يصلون في اليوم والليلة خمس صلوات في خمس ساعات من النهار وتفتح لهم أبواب السماء وتنزل عليهم الرحمة فاجعلهم أمتي قال هم أمة أحمد Nabi Musa berkata “Sungguh aku menemukan di alwah segolongan umat mereka mengerjakan shalat lima kali dalam sehari semalam. Dibuka pintu-pintu langit dan diturunkan rahmat bagi mereka. Jadikanlah mereka umatku.” Allah menjawab “Mereka adalah umat Ahmad.” قال يا رب إني أجد في الألواح أمة يصومون لك شهر رمضان فتغفر لهم ما كان قبل ذلك فاجعلهم أمتي قال هم أمة أحمد Nabi Musa berkata “Sungguh aku menemukan di alwah segolongan umat mereka berpuasa di bulan Ramadhan karena Engkau Allah, dan Engkau ampuni dosa mereka yang telah lampau, jadikanlah mereka umatku.” Allah menjawab “Mereka adalah umat Ahmad.” قال يا رب إني أجد في الألواح أمة يحجون لك البيت الحرام لايقضون منه وطرا يعجون بالبكاء عجيجا ويضجون بالتلبية ضجيجا فاجعلهم أمتي قال هم أمة أحمد Nabi Musa berkata “Sungguh aku menemukan di alwah segolongan umat mereka haji ke Baitullah karena Engkau, mereka terus menerus mengutarakan hajatnya, menangis, dan meneriakkan lafal talbiyah, jadikan mereka umatku.” Allah menjawab “Mereka adalah umat Ahmad.” قال فما تعطيهم على ذلك؟ قال أزيدهم المغفرة واشفعهم فيمن وراءهم Nabi Musa berkata “Apa yang Engkau berikan kepada mereka atas hal tersebut? Allah menjawab “Kami tambahkan mereka ampunan dan akan aku beri pertolongan kepada mereka yaitu orang-orang setelah nya pengikutnya.” قال يا رب إني أجد في الألواح أمة إذا هم أحدهم بحسنة يعملها فلم يعملها كتبت له حسنة واحدة وإن عملها كتب له عشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف فاجعلهم أمتي قال تلك أمة أحمد Nabi Musa berkata “Sungguh aku menemukan di alwah segolongan umat, ketika berniat melakukan kebaikan dan belum sempat menjalankan maka ditulis baginya satu kebaikan. Dan ketika berhasil melaksankan baginya dicatat 10 hingga 700 lipat kebaikan, jadikanlah mereka umatku.” Allah menjawab “Mereka adalah umat Ahmad.” قال يا رب إني أجد في الألواح أمة إذا هم احدهم بالسيئة ثم لم يعملها لم تكتب عليه واحدة وإن عملها كتبت سيئة واحدة فاجعلهم أمتي قال تلك أمة أحمد Nabi Musa berkata “Sungguh aku menemukan di alwah segolongan umat, ketika berniat melakukan kejelekan kemudian tidak jadi melaksanakan maka tidak ditulis baginya satu kejelekan. Dan ketika melaksanakan dicatat satu kejelekan, jadikanlah mereka umatku.” Allah menjawab “Mereka adalah umat Ahmad.” قال يا رب إني أجد في الألواح أمة هم خير الناس يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ فاجعلهم أمتي قال هم أمة أحمد Nabi Musa berkata “Sungguh aku menemukan di alwah segolongan umat, mereka adalah sebaik-baik manusia yang memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, jadikanlah mereka umatku.” Allah menjawab “Mereka adalah umat Ahmad.” قال يا رب إني أجد في الألواح أمة يحشرون يوم القيامة على ثلاثة ثُلَلٍ ثلة يدخلون الجنة بغير حساب وثلة يحاسبون حسابا يسيرا وثلة يُمَحَّصُوْنَ ثم يدخلون الجنة فاجعلهم أمتي قال تلك أمة أحمد Nabi Musa berkata “Sungguh aku menemukan di alwah segolongan umat mereka dikumpulkan pada hari kiamat atas tiga kelompok 1/3; 1/3 pertama mereka dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab perhitungan amal; 1/3 kedua mereka dihisab dengan hisab yang ringan mudah; 1/3 ketiga mereka dibersihkan dari dosa terlebih dahulu baru kemudian dimasukkan ke dalam surga. Syekh Abdullah Alawi Al-Haddad Al-Hadhramiy Asy-Syafiy, Sabil al-Addikar, tp. tt. Demikianlah sedikit contoh dari kekaguman nabi Musa terhadap umat Nabi Muhammad ﷺ. sehingga menginginkan menjadi umatnya. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut Pertama, umat Nabi Muhammad adalah umat yang ridha dengan sedikit rezeki, oleh karenanya Allah ridha dengan amalan yang sedikit. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga dengan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah mati dalam keadaan beragama Islam. Contoh keutamaan yang hanya dimiliki oleh umat Nabi Muhammad adalah lailatul qadar, yaitu amalan satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Kedua, umat Nabi Muhammad akan dikumpulkan pada hari kiamat dengan wajah-wajah bercahaya lagi indah. Demikian ini adalah bekas wudhu dan sujud selama di dunia. Ketiga, umat Nabi Muhammad melaksanakan shalat lima kali dalam sehari semalam. Keutamaannya adalah dibukanya pintu-pintu langit dan diturunkan rahmat kepada mereka. hal inilah yang menjadikan kagum nabi Musa alaihissalam. Keempat, umat Nabi Muhammad selalu mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah lampau sebagai balasan dari ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kelima, umat Nabi Muhammad akan mendapatkan banyak ampunan dan pertolongan dari Allah sebagai balasan pelaksanaan ibadah haji. Keenam, niat kebaikan umat Nabi Muhammad adalah satu kebaikan, dan 10 hingga 700 lipat kebaikan jika dapat melaksanakan niat baiknya. Lain halnya jika berniat melaksanakan kejelekan yang tidak samapai dilaksnakan maka tidak mendapatkan dosa. Dan setiap kejelekan akan mendapatkan satu dosa atasnya. Ketujuh, umat Nabi Muhammad adalah umat terbaik yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kedelapan, umat Nabi Muhammad akan terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok umat yang akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab, dihisab dengan hisab yang mudah, dan segolongan yang lain adalah mengalami siksa sebagai pembersihan diri dari dosa-dosa baru kemudian dimasukkan ke dalam surga. Kedelapan contoh tersebut hanyalah sebagian kecil dari keutamaan umat Nabi Muhammad ﷺ. Semoga kita semua diakui sebagai umat Rasulullah Muhammad ﷺ yang akan mendapatkan segala kemuliaan di sisi Allah sebagaimana yang dijelaskan oleh nabi Musa alaihissalam. Jaenuri, Dosen Fakultas Agama Islam UNU Surakarta

mertua nabi musa alaihissalam adalah nabi