POCI(Pupuk Organik Cair) merupakan hasil pengolahan sampah mudah membusuk. Pengolahan ini diproses dengan menggunakan bantuan katalis masaro yang ditemukan olehg prof Akhmad Zainal Abidin dari laboratorium teknologi polimer dan membran Institut Teknologi Bandung. Beberapa keberhasilan POCI Masaro dalam meningkatkan produksi Pertanian. 1.
Bahkan di dunia belum ada yang bisa mengolah limbah organik menjadi kertas yang bernilai seni. "Di Inacraft sebelumnya belum ada produk yang seperti kita, dan saya mencari di Goggle produk olahan sampah organik menjadi kertas ini belum ada di dunia, baru ada di Indonesia saja," katanya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta (24/4).
ContohProduk Olahan Sampah Organik Dari Bunga Yg Dikeringkan Terpopuler. Apa saja contoh makanan olahan setengah jadi yang berasal dari produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan? Serbuk kayu sisa olahan mebel.
Meskipunkertas adalah barang baru ciptaan manusia, limbah ini tergolong organik karena bahan bakunya dari tumbuh-tumbuhan dan masih mudah diuraikan. Kulit jagung dapat dibuat menjadi berbagai karya seperti bunga, boneka, hiasan pensil, penghias wadah, bingkai foto, sandal, anyaman untuk keranjang atau tas, dan bentuk kerajinan lainnya.
BankSampah. Sebagai sebuah kota besar, Jakarta yang memiliki tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi tentunya tidak terlepas dari sisa hasil produksi dan konsumsi penduduknya berupa sampah. Untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang baik lingkungannya dan nyaman bagi penduduknya, sampah yang melimpah harus ditangani dengan baik.Kini, sampah
DaftarProduk dan Jual Mesin Pengolahan Sampah Organik Terbaru dari PD. Mesin Pertanian Bogor, Beli Mesin Pengolahan Sampah Organik Terbaru online murah Download Indotrading App
. The increase in people's lifestyles raises problems of energy and waste crises. The energy crisis occurred due to a rise in energy demand due to the industrial revolution era. Meanwhile, waste problems arise as a result of public consumption. This study aimed to create a product formulation for biomass briquettes with organic waste as the primary raw material. This study used the Experimental Design Completely Randomized Design CRD method with four formulations. The first formulation V1 with the composition of rice husk dry leaves sawdust cardboard, respectively 10604, V2 10640, V3 10622, and V4 10262 Briquette quality testing uses four assessment indicators, namely shrinkage, ash content, combustion rate, and flame initiation time. The results showed that the composition of V2 briquettes was the best formulation with a shrinkage value of ash content of combustion rate of and flame initiation time of 2m 48s. Based on the research results, the Briquette V2 formulation can be an affordable alternative energy solution to overcome the energy crisis in the world. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 Briket Olahan Limbah Organik Sebagai SolusiAffordable Alternative Energy Dalam Upaya Mencapai SustainableDevelopment Goals 2030Organic Waste Briquette As An Affordable Alternative Energy Solution In EffortsTo Achieve Sustainable Development Goals In 2030Rafa Muhammad1, Sultan Malikus Shaleh2, Sultan Syarief Usman3, Sigit Subagja4*1,2,3Siswa Sekolah Menengah Atas Pesantren Unggul Al-Bayan, Sukabumi, Jawa Barat4Kepala Laboratorium IPA Sekolah Menengah Atas Pesantren Unggul Al-Bayan, Sukabumi, Jawa BaratEmail 1,2,3, korespondensi 1 Maret 2023Diterima 31 Maret 2023ABSTRAKPeningkatan gaya hidup masyarakat menimbulkan permasalahan krisis energi dan limbah. Krisisenergi terjadi karena peningkatan permintaan energi akibat era revolusi industri Sementara itupermasalahan limbah muncul sebagai dampak dari konsumsi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menciptakan formulasi produk Briket biomassa dengan bahan baku utama limbah ini menggunakan metode Experimental Design Rancangan Acak Lengkap RAL denganempat formulasi. Formulasi pertama V1 dengan kompisisi sekam padi daun kering serbuk gergaji kardus berturut-turut 10604, V2 10640, V3 10622, dan V4 10262 Pengujian kualitasBriket menggunakan empat indikator penilaian yaitu penyusutan, kadar abu, laju pembakaran, danwaktu inisiasi nyala api. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi briket V2 adalah formulasiterbaik dengan nilai penyusutan 92,52%, kadar abu 7,48%, laju pembakaran 0,0049g/s dan waktuinisiasi nyala 2m 48s. Berdasarkan hasil penelitian maka formulasi Briket V2 dapat menjadi solusienergi alternatif yang terjangkau untuk mengatasi krisis energi di kunci Briket, sampah organik, affordable, energi alternatif, krisis The increase in people's lifestyles raises problems of energy and waste crises. The energy crisisoccurred due to a rise in energy demand due to the industrial revolution era. Meanwhile, wasteproblems arise as a result of public consumption. This study aimed to create a product formulationfor biomass briquettes with organic waste as the primary raw material. This study used theExperimental Design Completely Randomized Design CRD method with four formulations. The firstformulation V1 with the composition of rice husk dry leaves sawdust cardboard, respectively10604, V2 10640, V3 10622, and V4 10262 Briquette quality testing uses fourassessment indicators, namely shrinkage, ash content, combustion rate, and flame initiation time. Theresults showed that the composition of V2 briquettes was the best formulation with a shrinkage valueof ash content of combustion rate of and flame initiation time of 2m on the research results, the Briquette V2 formulation can be an affordable alternative energysolution to overcome the energy crisis in the Briquette, organic waste, affordable, alternative energy, energy crisis 1. PENDAHULUAN 21 Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 Peningkatan populasi manusia di dunia diiringi kenaikan jumlah permintaan energiyang sangat tinggi Ulina, 2022. Hal tersebut diperlukan untuk menunjang kehidupan manusia seiringdengan meningkatnya kebutuhan dan perkembangan ilmu serta teknologi Afriyanti et al., 2018. Dinamikapenggunaan sumber energi di dunia sangatlah dinamis, revolusi industri pada tahun 1900-an menyebabkanperpindahan penggunaan sumber energi dari energi yang bersumber dari biomassa seperti kayu bakarmenjadi energi dari sumber fosil seperti batu bara, minyak dan gas bumi Setyono & Kiono, 2021.Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak BBM berbasis fosil seperti solar, bensin, dan minyak tanah diberbagai negara di dunia juga terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan Pratiwi et al., 2021.Meningkatnya populasi penduduk, cadangan energi yang semakin menipis, serta permasalahan emisi danpolusi yang dihasilkan energi fosil menjadi polemik di seluruh dunia yang tak kunjung usai Mufandi et al.,2019; Usman et al., 2020. Secara global, energi yang kebanyakan digunakan saat ini merupakan energi takterbarukan atau energi yang seiring dengan kebutuhan dan waktu akan habis Adzikri et al., 2017.Ancaman krisis energi yang kita hadapi sekarang ini, tentunya memacu kita untuk menciptakansumber energi alternatif baru yang dapat mendukung keberlangsungan energi dalam kehidupan manusia dimasa sekarang dan masa depan Hasrul et al., 2021. Untuk menjaga ketersediaan sumber energi yangterbatas ini kita perlu mentransformasi sumber energi dari sumber daya alam yang terbatas menjadi sumberdaya alam yang terbarukan atau yang juga dikenal sebagai energi baru terbarukan Iswandi & Dewata,2020. Energi baru terbarukan merupakan energi yang diperoleh dari sumber daya alam yang jumlah danpersediaannya tidak akan habis di alam meskipun digunakan terus menerus Prasaja M et al., 2020. Berbedadengan energi tidak terbarukan yang terbentuk dari fosil bumi yang berumur jutaan tahun sehinggakeberadaannya terbatas, maka dari itu perlu penganekaragaman sumber daya energi sebagai solusi untukmengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil Ulina, 2022.Di Indonesia sendiri, sumber energi masih bergantung pada energi yang tidak terbarukan, khususnyaenergi fosil. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, sumber energi yangdigunakan di Indonesia berasal dari 30% batu bara, 23% bahan bakar gas, 41% bahan bakar minyak, danhanya 6% dari energi baru terbarukan Nugraha et al., 2022. Padahal, sudah diketahui bahwa pemanfaatanenergi yang tidak terbarukan jika dilakukan secara berulang dalam jangka waktu panjang dapat mengurassumber minyak bumi, gas, dan batubara itu sendiri karena jumlahnya yang terbatas di alam Kinasti et al.,2019. Dengan menggunakan energi terbarukan sebagai sumber energi alternatif di Indonesia, kita dapatmemenuhi kebutuhan energi, sekaligus juga mencegah lingkungan kita dari pencemaran dan kerusakanlingkungan dari penggunaan sumber energi yang tidak ramah lingkungan Hasan & Widayat, 2022.Sumber energi yang tidak mencemari lingkungan dan dapat digunakan dengan aman di Indonesiameliputi energi tata surya, energi angin, energi air, energi panas bumi, dan energi biomassa. Energi tata suryasaat ini sering digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik dengan pemanfaatan panel surya yang semakinberkembang di dunia saat ini Rizky, 2020. Energi angin juga merupakan potensi besar bagi Indonesia yangmemiliki kecepatan angin yang tinggi, khususnya di wilayah pesisir Widyanto et al., 2018. Energi airsangat mudah dimanfaatkan dengan letak geografis dan geologis Indonesia yang mengakibatkan Indonesiamemiliki banyak perairan. Begitu pula dengan energi panas yang didukung oleh letak geologis Indonesiayang merupakan jalur vulkanik ring of fire. Selain itu ada pula energi biomassa yang merupakan sumberenergi yang diperoleh dari dalam bahan organik seperti hutan dan pertanian Roos & Brackley, 2012. Dinegara maju, energi biomassa banyak digunakan untuk pembangkit tenaga listrik sebagai alternatif daribahan bakar fosil Sidabutar, 2018. Energi ini sangatlah penting untuk dimanfaatkan karena penggunaanenergi yang berasal dari bahan organik yang biasanya tidak dimanfaatkan, seperti kotoran hewan, limbahsayuran dan sampah organik lainnya. Energi biomassa tidak hanya dapat berperan sebagai sumber energialternatif, namun dapat pula menjadi solusi dari masalah limbah yang terjadi di Indonesia Fairus et al.,2011; Wardana et al., satu permasalahan limbah yang seringkali terjadi di Indonesia adalah pencemaran yangdiakibatkan oleh banyaknya sampah rumah tangga yang tidak diproses dengan benar dalam pembuanganMalina et al., 2017 . Sampah ini merupakan hasil sisa material dari suatu proses atau aktivitas yang dapatmenyebabkan dampak negatif tidak hanya untuk lingkungan sekitar namun juga kesehatan manusia Cundariet al., 2019. Sampah atau limbah rumah tangga sendiri merupakan sampah yang dihasilkan oleh kegiatansehari-hari dalam rumah tangga manusia dan terbagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampahanorganik Satori et al., 2018. Sampah organik merupakan limbah yang berasal dari sisa makhluk hidupalami seperti manusia, hewan, dan juga tumbuhan Latifatul et al., 2018. Sampah padat ini jika dibiarkanakan mudah membusuk dan meninggalkan aroma yang tidak sedap sehingga keberadaanya dapatmengganggu kebersihan dan kesehatan lingkungan Anzi & Nunik, 2018. Karena itu, perlu ditemukan cara22 Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 untuk memanfaatkan limbah rumah tangga organik ini untuk didaur ulang kembalisehingga dapat mengurangi penumpukan limbah di lingkungan sekitar kita. Salah satu caranya adalahdengan memanfaatkan limbah organik tersebut dengan mengubahnya menjadi briket yang berfungsi sebagaienergi alternatif sumber panas untuk kegiatan adalah salah satu pemanfaatan energi biomassa yang ramah lingkungan dan juga dapatdiperbarukan Hastiawan et al., 2018. Briket ini merupakan arang yang digunakan sebagai bahan bakaruntuk membuat api Setyawan & Ulfa, 2019. Selain pembuatannya yang mudah, produk ini sangat seringdigunakan karena kemampuannya dalam menghasilkan energi panas dengan baik tanpa menyebabkan asapyang berlebihan Mustain et al., 2021. Beberapa penelitian pembuatan briket masih memanfaatkan limbahindustri seperti limbah batok kelapa Ansar et al., 2020, cangkang sawit Dewita et al., 2020, dan cangkangbuah asam Velusamy et al., 2022. Namun belum banyak penelitian yang pembuatan briket denganmemanfaatkan limbah organik sekitar rumah atau lingkungan sekolah. Maka dari itu, tujuan dari penelitianini adalah untuk memformulasikan pembuatan briket dari biomassa sampah organik agar dapat menjadisolusi tepat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan memanfaatkan sumber daya diperbaruiyang dapat dengan mudah didapatkan di lingkungan kita untuk menjawab tantangan krisis energi yangterjadi saat METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Rancangan AcakLengkap RAL. Metode Rancangan Acak Lengkap ini banyak digunakan dalam melakukan penelitiankomparatif karena kelebihannya dalam mengidentifikasi faktor eksperimental yang homogen sehingga seringmenjadi komponen penting dalam jenis penelitian tersebut Xian & Liu, 2019. Dalam rancangan ini,perlakuan yang dikenakan sepenuhnya secara acak dan tanpa pembatasan patokan karakteristik sepertibentuk, rupa, dan warna Persulessy et al., 2016. Dengan menggunakan metode ini, penelitian yangdilakukan diharapkan dapat diselesaikan dengan tepat terutama dalam memanfaatkan faktor-faktorpendukung yang dapat membantu proses pembuatan briket dan menghindari faktor-faktor pengganggu yangada. Karena itulah, penulis memilih metode RAL karena metode ini memiliki kemampuan untukmenganalisis dampak dari suatu faktor untuk mempertimbangkan gangguan yang disebabkan Hussain &Ali, 2019. Rancangan ini bertujuan untuk mendapatkan percobaan yang tepat dan teranalisis dari setiapsampel yang di uji yang terdapat dalam penelitian ini ditujukan untuk pengelolaan sampah organik yang benarsehingga dapat dimanfaatkan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini salah satunya adalah sampahdaun kering. Penentuan sampel yang dipakai tidak ada ketentuan khusus. Sampah daun kering yangdijadikan sampel merupakan daun kering yang sudah jatuh dari rantingnya. Dalam metode penelitian ini,instrumen yang digunakan untuk pemerolehan data adalah briket yang telah dibuat dengan campuran sampahorganik yang setelahnya diuji coba dengan kekuatan api yang dihasilkan. Dengan cara memperlakukanpembuatan briket dengan cara yang berbeda secara acak. Dari percobaan tersebut terdapat produk briketyang unggul dengan rasio bahan yang sesuai dengan data yang tercantum di setiap perlakuan. Tahapanpembuatan briket secara berurutan adalaha. KarbonisasiKarbonisasi merupakan metode untuk memperoleh arang sebagai produk utama dengan memasukanbiomassa padat seperti pada sampah organik. Proses karbonisasi adalah suatu proses konversi dari suatu zatorganik ke dalam karbon atau residu yang mengandung karbon dalam proses pembuatan arang berkarbon,karbonisasi dilakukan dengan membakar bahan organik yang diperlukan seperti daun kering, sekam padi,kardus dan sebuk gergaji untuk menghilangkan kandungan air dalam bahan yang tidak dibutuhkan oleharang seperti hidrogen dan oksigen atau material yang menguap. Proses karbonisasi masing-masing bahandilakukan secara PenghalusanPenghalusan merupakan tahapan kedua dalam pembuatan briket. Tahapan ini dilakukan dengan caramenghaluskan bahan-bahan setelah proses karbonisasi untuk diperoleh residu yang lebih halus untuk lebihmemudahkan proses homogenisasi. Proses penghalusan dilakukan dengan mortal dan alu sampai diperolehresidu yang lebih halusc. Pencampuran bahanProses pencampuran bahan merupakan proses ketiga yaitu dengan cara mencampurkan bahan sesuaidengan komposisi yang telah ditentukan. Komposisi tersebut berbeda variansinya untuk mencari komposisibriket yang paling baik. Komposisi tiap variasi dapat dilihat pada gambar Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 d. PencetakanProses pencetakan briket dilakukan secara sederhana yaitu dengan melakukan pengepresandengan tekanan dalam pipa paralon yang ditekan dengan kayu. Proses percetakan selain untukmemperoleh bentuk briket juga dapat mengurangi kadar air PengeringanProses pengeringan dilakukan dengan cara alami yaitu dengan menjemur briket dibawah sinarmatahari selama 3-5 hari untuk memastikan kadar air dalam briket menyusut dan PengujianTahapan pengujian merupakan tahapan terakhir dalam pembuatan briket. Tahapan inidilakukan dengan menguji mutu briket sesuai dengan syarat mutu uji briket yang berlaku. Adabeberapa uji yang dilakukan yaitu penyusutan masa, laju pembakaran, persentase kadar abu danwaktu inisiasi nyala Bagan Alur Penelitian BrionikTeknik Pengambilan, Pengolahan dan Analisis Dataa. PenyusutanMassa penyusutan briket diukur dengan menghitung selisih massa awal briket dengan massa akhirbriket setelah dilakukan pembakaran. Massa penyusutan ini kemudian dibandingkan dengan massa awalbriket untuk menghitung persentase penyusutannya. Pengukuran ini menggunakan timbangan digital sebagaialat = massa awal briket - massa akhir briket gr = massa awal briket gr24 Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 = massa akhir briket grb. Laju PembakaranLaju pembakaran dilakukan dengan mengukur massa penyusutan briket yang menjadi abu dibagidengan lama nyala bahan bakar pada saat pembakaran briket. Dalam pengukuran ini, digunakan stopwatchuntuk menghitung waktu dan timbangan digital untuk mengukur pembakaran=Δmtgramsekon = massa awal briket - massa akhir briket gr = waktu nyala pembakaran briket sekonc. Persentase Kadar AbuDengan abu yang dihasilkan, persentase kadar abu dapat dihitung dengan mengukur massa abu yangdihasilkan dibandingkan dengan massa briket pada awal Abu%=mtm0×100 = massa akhir briket grd. Waktu Inisiasi Nyala ApiDalam percobaan ini, dihitung waktu dimulai sejak awal pembakaran briket sampai briket dapatmenyala menjadi api sendiri. Waktu dihitung dalam satuan sekon dengan menggunakan HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini digunakan beberapa variabel sesuai dengan rasio dari bahan yang digunakan untukmenguji dan menentukan komposisi briket yang unggul. Faktor bahan dan rasio yang digunakan sangatmempengaruhi kualitas dari produk briket yang dihasilkan. Oleh karena itu, dalam pengujiannya digunakanempat variabel dengan rasio sampah organik yang berbeda-beda sehingga didapatkan perbedaan hasilkarakteristik dan kualitas setiap variabelnya. Dengan menguji setiap variabelnya dengan parameter yangsama, akhirnya didapatkan indikator-indikator hasil uji tes yang menentukan penyusutan, kadar abu, lajupembakaran, dan waktu inisiasi nyala briket, sehingga akan didapatkan suatu briket unggul yang siap untukdigunakan. berikut adalah hasil uji briket yang telah diuji coba Tabel-1.Tabel-1. Hasil Uji Kualitas Mutu BriketIndikator FormulaV1V2V3V4Penyusutan 74,22% 92,52% 82,51% 78,24%Kadar Abu 25,78% 7,48% 17,49% 21,76%Laju Pembakaran 0,0029 g/s 0,0049 g/s 0,0036 g/s 0,0044 g/sWaktu Inisiasi Nyala 3m 58s 2m 48s 3m 24s 2m Penyusutana. Penyusutan MassaPenyusutan suatu briket dapat dilihat dari massa yang berkurang dari hasil pembakaran hingga menjadiabu. Massa yang berkurang ini merupakan selisih massa briket sebelum dibakar dengan massa briket setelah25 Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 melalui proses pembakaran atau menjadi abu. Perhitungan selisih tersebutmenghasilkan angka seberapa berat gr massa briket yang berkurang selama proses pembakaran hinggapasca pembakaran. Sehingga didapatkan angka penyusutan massa dari suatu briket. Hasil pengujianpenyusutan masa dapat dilihat pada Hasil Penyusutan MassaFormulaPenyusutan MassaV13,88 gr 1,00 gr 2,88 grV24,01 gr 0,30 gr 3,71 grV34,06 gr 0,71 gr 3,35 grV44,09 gr 0,89 gr 3,20 grYang menjadi catatan pentingnya adalah semakin tingginya penyusutan massa briket maka formula briketyang digunakan semakin baik. Dalam pengukuran ini, digunakan timbangan digital untuk mengukur pengujian menunjukan Formulasi V2 menunjukan penyusutan massa paling tinggi sehingga memilikikualitas yang lebih baik secara Persentase PenyusutanSetelah perhitungan angka penyusutan massa briket, maka data tersebut dapat digunakan untukmemperoleh persentase penyusutan massa briket. Persentase penyusutan diperoleh dari perbandingan angkapenyusutan massa dengan massa awal. Perbandingan tersebut kemudian dibuat dalam bentuk persen %.Sehingga diketahui berapa persen briket yang menyusut akibat proses pembakaran. Semakin tinggipersentasenya, maka formula briket yang digunakan semakin baik. Hasil pengujian persentase penyusutanmasa dapat dilihat pada Hasil Persentase Penyusutan MassaFormulaPersentase Penyusutan %V13,88 gr 2,88 gr 74,22%V24,01 gr 3,71 gr 92,52%V34,06 gr 3,35 gr 82,51%V44,09 gr 3,20 gr 78,24%Perbandingan tersebut digunakan sebagai pengukur jumlah massa briket yang berkurang atau menyusutsehingga nantinya akan diketahui persentase jumlah penyusutan yang terjadi pasca pembakaran. Semakintinggi persentasenya, maka formula briket yang digunakan semakin baik. Dalam pengukuran ini, digunakantimbangan digital untuk mengukur Persentase Kadar AbuDengan abu yang dihasilkan pasca proses pembakaran briket, persentase kadar abu dapat dihitung dengancara mengukur massa abu yang dihasilkan dan dibandingkan dengan massa briket sebelum prosespembakaran. Perbandingan tersebut kemudian dibuat dalam bentuk persen %. Massa abu yang dihasilkanmerupakan massa akhir briket , yaitu massa briket yang dihitung setelah proses pembakaran. Hasilpengujian kadar abu dapat dilihat pada Hasil Persentase Kadar AbuFormulaKadar AbuV13,88 gr 1,00 gr 25,78%26 Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 V24,01 gr 0,30 gr 7,48%V34,06 gr 0,71 gr 17,49%V44,09 gr 0,89 gr 21,76%Perbandingan massa awal briket dengan massa akhir briket dapat menentukan persentase abu yangdihasilkan oleh suatu briket. Persentase tersebut dapat menentukan suatu briket itu baik atau tidak. Briketyang memiliki kadar abu lebih rendah menunjukkan bahwa briket itu lebih baik karena briket itumenghasilkan abu yang lebih sedikit dibandingkan dengan briket yang memiliki kadar abu tinggi. Artinyaketika briket tersebut menghasilkan abu yang lebih sedikit, maka pada saat proses pembakaran brikettersebut membakar arang lebih maksimal dan menghasilkan abu lebih sedikit. Dalam pengukuran ini,digunakan timbangan digital untuk mengukur massa. Kadar abu yang menjadi persyaratan SNI adalahdibawah 8%. Hasil menunjukan kadar abu V2 memiliki kadar abu yang memenuhi standar yaitu sebesar7,48%. Laju PembakaranLaju pembakaran dapat dilakukan dengan cara mengukur massa penyusutan briket dan dibagi denganlamanya waktu pembakaran briket. Laju pembakaran ini mengukur seberapa cepat massa briket yangmenyusut selama proses pembakaran hingga menjadi abu. Laju pembakaran ini diukur dengan cara membagimassa penyusutan briket dengan waktu yang dibutuhkan briket hingga menjadi abu. Semakin tinggi lajupembakaran dari suatu briket, maka semakin cepat briket tersebut menyusut dan menjadi abu. Dalampengukuran ini, digunakan stopwatch untuk menghitung waktu dan timbangan digital untuk mengukurmassa. Hasil pengujian laju pembakaran dapat dilihat pada Hasil Laju Pembakaran BriketFormulaLaju PembakaranV12,88 gr 982 sekon 0,0029 V23,71 gr 760 sekon 0,0049 V33,35 gr 931 sekon 0,0036 V43,20 gr 720 sekon 0,0044 Hasil menunjukan laju pembakaran briket V2 lebih tinggi dibandingkan dengan formulasi lainnya yaitusebesar 0,0049 g/ Waktu Inisiasi Nyala BriketDalam percobaan ini, dihitung juga waktu dimulai sejak awal pembakaran briket sampai briket dapatmenyala menjadi api sendiri. Pada indikator ini, briket diuji seberapa lama waktu yang dibutuhkan untukbriket tersebut dapat menghasilkan apinya sendiri dimulai dari sebelum di beri api bantuan. Semakin cepatwaktu inisiasi nyala briket, semakin cepat pula briket tersebut menjadi bara layaknya sebuah arang. Dalampengukuran ini, digunakan timer untuk menghitung waktu. Hasil pengujian waktu inisiasi nyala api dapatdilihat pada Tabel-6Tabel-6 Hasil Uji Inisiasi Nyala Api BriketFormula Waktu Inisiasi NyalaV1208 sV2168 sV3204 sV4172 s27 Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 Hasil menunjukan waktu inisiasi nyala api briket formulasi V2 lebih cepat dibandingkan dengan formulasilainnya yaitu sebesar 168 KESIMPULANBerdasarkan analis empat indikator di atas, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa briket variasike-2 atau V2 memiliki kualitas yang terbaik dibanding dengan variasi lainnya. V2 memiliki penyusutanmassa yang paling tinggi dengan massa penyusutan 3,71 gr dan persentase penyusutan 92,52% sehinggadapat diketahui bahwa formula V2 memiliki kualitas penyusutan paling baik di antara yang lain. Berdasarkanpersentase kadar abunya, V2 memiliki persentase paling rendah yang artinya briket V2 menghasilkan abulebih sedikit dari briket lainnya sehingga pembakarannya lebih maksimal. Pada laju pembakaran, briket V 2juga memiliki angka laju pembakaran yang paling cepat dengan angka 0,0049 gr/sekon. Hal inimenunjukkan bahwa briket V2 memiliki kecepatan menyusut dan menjadi abu yang paling tinggi di antaraformula yang lain. Selain itu, briket V2 memiliki waktu inisiasi nyala yang paling cepat dengan angka 2menit 48 detik yang menandakan bahwa briket V2 mempunyai efisiensi waktu yang paling baik daripadayang lain. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa dari percobaan dan analisis data yang dilakukan, formulabriket dengan mutu terbaik merupakan V2 yang memiliki komposisi 10 gr sekam padi, 6 gr daun kering, dan4 gr serbuk pengembangan yang lebih bervariasi dengan formulasi yang lebih beragam dan uji yang PUSTAKAAdzikri, F., Notosudjono, D., & Suhendi, D. 2017. Strategi Pengembangan Energi Terbarukan diIndonesia. Jurnal Online Mahasiswa Jom Bidang Teknik Elektro, 11, 1– Y., Sasana, H., Jalunggono, G., Ekonomi, F., & Tidar, U. 2018. ANALYSIS OFINFLUENCING FACTORS Abstrak menerus akan mengakibatkan cadangan integral dan tidak dapatterpisahkan dalam konsumsi energi terbesar di kawasan Asia Korea Selatan dengan konsumsi energiKebijakan Energi Nasional , Perpres RUEN. DINAMIC Directory Journal of Economic Volume 2Nomor 3, 23.Ansar, A., Setiawati, D. A., Murad, M., & Muliani, B. S. 2020. Karakteristik Fisik Briket TempurungKelapa Menggunakan Perekat Tepung Tapioka. Jurnal Agritechno, 131, 1– K. A., & Nunik, E. 2018. Pengomposan sampah organik kubis dan kulit pisang denganmenggunakan em4. Jurnal TEDC, 121, 38– L., Arita, S., Komariah, L. N., Agustina, T. E., & Bahrin, D. 2019. Pelatihan dan pendampinganpengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di desa burai. Jurnal Teknik Kimia, 251, 5– A., Faisal, M., & Gani, A. 2020. Quality Improvement on Briquettes Made of Oil Palm EmptyFruit Bunches EFB Using of Brown Algae Adhesive. Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan, 151,38–44. S., Rahman, L., & Apriani, E. 2011. Pemanfaatan Sampah Organik Secara Padu Menjadi AlternatifEnergi Biogas dan Precursor Briket. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia’Kejuangan’Pengembangan Teknologi Kimia Untuk Pengelolaan Sumber Alam Manusia, 2006, M. S., & Widayat, W. 2022. Produksi Hidrogen dengan Memanfaatkan Sumber Daya Energi Suryadan Angin di Indonesia. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 31, 38– R., Arsenly, A., Wafa, R. A., Ate, H. J., Muhammad, A., Sambaliung, J., Kec, N., Ulu, S.,Samarinda, K., & Timur, K. 2021. Analisis Efisiensi Panel Surya Sebagai Energi Alternatif. 59, 79– I., Ernawati, E., Noviyanti, A. R., Eddy, D. R., & Yuliyati, Y. B. 2018. Pembuatan briket darilimbah bambu dengan memakai. Dharmakarya Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 73, 154– Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 Hussain, Z., & Ali, S. 2019. Comparative Study on Breaking Strength of Burnt ClayBricks Using Novel Based Completely Randomized Design CRD. Civil Engineering Journal, 55,1162–1174. & Dewata, I. 2020. Pengeloaan Sumber Daya Alam. In 1st ed.. CV BUDI R. M. A., Putri, D., Lestari, E., Sofyan, M., Kustanrika, I. W., Hidayawanti, R., & Sangadji, I. B.2019. Sosialisasi dan Instalasi Panel Surya Sebagai Energi Terbarukan Menuju KesadaranLingkungan Indonesia Bebas Emisi. Terang, 21, 16–24. F. N., A, A., A, A., & Nur, K. R. M. 2018. Pengaruh Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik DanNon Organik Serta Manajemen Sampah Terhadap Penurunan Volume Sampah Di Dusun Krajan DesaKemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember. The Indonesian Journal of Health Science,September, 84. A. C., Suhasman, Muchtar, A., & Sulfahri. 2017. Kajian Lingkungan Tempat Pemilahan Sampahdi Kota Makassar. Jurnal Inovasi Dan Pelayanan Publik Makassar, 11, 14– I., Treedet, W., Singbua, P., & Suntivarakorn, R. 2019. Produksi Bio-Oil dari Rumput Gajahdengan Fast Pyrolysis menggunakan Circulating Fluidized Bed Reactor CFBr dengan Kapasitas 45Kg/H. CHEMICA Jurnal Teknik Kimia, 52, 37. A., Sindhuwati, C., Wibowo, A. A., Estelita, A. S., & Rohmah, N. L. 2021. Pembuatan BriketCampuran Arang Ampas Tebu dan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal TeknikKimia Dan Lingkungan, 52, 100. Y. T., Richardo, T., Dony, F., & Irwanto, M. 2022. Analisis Potensi Energi Sampah SebagaiEnergi Alternatif Terbarukan Di Kota Medan. 35– E. R., Lembang, F. K., & Djidin, H. 2016. Rancangan Acak Lengkap Studi Kasus JurusanMatematika Fmipa Unpatti Evaluation of Teaching Method Using Completely Randomized Design Study Case Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Nature Science Pattimura. IlmuMatematika Dan Terapan, 101, 9– M, B. K., Edifikar, W., & Abdullah, T. 2020. Pendidikan dan Pelatihan Energi Baru TerbarukanEBT di Tingkat Universitas di Indonesia. JE-Unisla, 52, 353. N., Fatia, I., & Yani, W. P. 2021. Tinjauan Literatur Industri Alkohol menggunakan ImmobilisasiSel Literature Review Alcohol Industry Using Cell Immobilization . 1300– B. M. 2020. Penggunaan arduino uno sebagai alat tracker matahari pada plts 200 wp dengansistem solar charge. J. A., & Brackley, A. M. 2012. The Asian wood pellet markets. USDA Forest Service - GeneralTechnical Report PNW-GTR, 861, 1– M., Prastyaningsih, E., Srirejeki, Y., Ulfah, T. H. N., & Nurmalasari, N. R. 2018. PengolahanSampah Organik Rumah Tangga Dengan Metode Bata Terawang. ETHOS Jurnal Penelitian DanPengabdian, 61, 135–145. B., & Ulfa, R. 2019. Analisis mutu briket arang dari limbah biomassa campuran kulit kopi dantempurung kelapa dengan perekat tepung tapioka. Edubiotik Jurnal Pendidikan, Biologi DanTerapan, 402, 110–120. A. E., & Kiono, B. F. T. 2021. Dari Energi Fosil Menuju Energi Terbarukan Potret KondisiMinyak dan Gas Bumi Indonesia Tahun 2020 – 2050. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 23, 154–162. V. T. P. 2018. Kajian Peningkatan Potensi Ekspor Pelet Kayu Indonesia sebagai Sumber EnergiBiomassa yang Terbarukan. Jurnal Ilmu Kehutanan, 121, 99. S. 2022. ANALISIS POTENSI ENERGI BARU DAN TERBARUKAN DI SUMATERA UTARASAMPAI TAHUN 2028 DISIMULASIKAN MENGGUNAKAN LEAP. U., Hasan, H., M, M. H., & Elihami, K. 2020. Pemanfaatan Kotoran Ternak Sebagai BahanPembuatan Biogas. Maspul Journal Of Community Empowerment, 11, 13– S., Subbaiyan, A., Kandasamy, S., Shanmugamoorthi, M., & Thirumoorthy, P. 2022.Combustion characteristics of biomass fuel briquettes from onion peels and tamarind shells. Archivesof Environmental and Occupational Health, 773, 251– I. W., Fadilah, R., & Sahid, P. Dari Kantin Di Lingkungan Undip Bagi Produksi EnergiDengan Menggunakan Reaktor Biogas Skala Rumah Tangga. 79– S., Wisnugroho, S., & Agus, M. 2018. Pemanfaatan Tenaga Angin Sebagai Pelapis EnergiSurya pada Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid di Pulau Wangi-Wangi. Seminar Nasional Sain Dan29 Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan JPPL Maret 2023 e-ISSN 2686-6137 ; p-ISSN 2686-6145 Teknologi 2018, 1– X., & Liu, J. 2019. Application of Chaos Theory in Incomplete Randomized Financial Analysis. 66,306–310. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
42+ Contoh Produk Olahan Sampah Organik Dari Bunga Yang Dikeringkan Terpopuler. Berbagai artikel akan halnya eksemplar produk olahan sampah. Bilang contoh variasi sampah alami, antara lain sampah makanan, beraneka rupa tipe pohon, dan limbah dari sampah organik basah adalah sampah alami yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Tanaman merupakan ragam tumbuhan nan ditanam, dirawat, dan dikembangkan oleh manusia plong suatu media atau ruang buat dipanen dan dimanfaatkan dikala telah mengaras tahap pertumbuhan tertentu. Barang apa bedanya tumbuhan dan pohon liar? Galibnya perbedaan keduanya yakni, pokok kayu yaitu tumbuhan nan sengaja ditanam, biar tanaman liar merupakan tumbuh-tumbuhan nan hidup secara natural maupun bawah tangan. Dalam sumber lain mengungkapkan bahwa definisi tumbuhan yaitu beberapa variasi organisme yang dibudidayakan lega satu ulas atau wahana buat dipanen dikala telah mencapai tahap pertumbuhan tertentu. Kenyataannya, rapat persaudaraan semua pokok kayu merupakan pohon, akan cuma konotasi tanaman meliputi beberapa fungsi termaktub kawul pangan dan alga bahan hendaknya-agar yang sengaja dibudidayakan dan dimanfaatkan sebab skor gemi. Arti pokok kayu itu sendiri cukup simpel, yaitu sesuatu yang ditanam supaya menjadi tumbuh. Lalu apa perbedaan tanaman dan tumbuhan? Tanaman itu yakni pokok kayu yang sengaja ditanam, sedangkan tumbuhan merupakan sesuatu nan bertaruk dari permukaan dunia. Tanaman hias juga tertulis spesies tanaman biar tidak dipanen, sebab pokok kayu hal yang demikian adalah tumbuhan yang sengaja ditanam dan dimanfaatkan sebagai penghias bagus luar maupun dalam ruangan. Jadi secara simpel, signifikansi tumbuhan merupakan segala apa ragam tumbuhan nan sengaja ditanam dan dirawat untuk diambil manfaatnya, bagus sebagai makanan, hiasan, pembeli-obatan, penghasil kayu, dan tidak-tidak. Kreatif Patera Gersang Disulap Jadi Kerajinan Beromset Puluhan Juta Rupiah Youtube from Nah, idn times sudah memendekkan 10 olahan ubi belanda tersisa yang dijamin cak bagi mengenyangkan dan membuat harimu makin menyenangkan. Spesies sampah pertama nan kita pelajari yaitu sampah sampah organik yakni limbah yang berpangkal dari sisa khalayak hidup ataupun berbunga alam begitu juga akan belaka jika sampah ini terkena oleh air, maka harus dikeringkan menggunakan alat. Pembuatan serat tanah daun pengomposan alias composting. Sampah organik berasal berpangkal cucu adam jiwa, baik manusia, hewan, maupun pokok kayu. Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang mulai sejak dari molekul organik. Pembuatan pupuk kompos pengomposan atau composting. Limbah organik limbah organik merupakan limbah nan berasal dari individu semangat alami dan sifatnya mudah membusuk/terurai. Bisnis olahan bermula sampah plastik. Seperti yang kita luang, banyak sekali spesies macam dan beraneka spesies tumbuhan di dunia ini, jangankan di dunia, terkadang kita tidak adv pernah spesies variasi ataupun spesies macam pokok kayu yang ada di sekeliling kita, hehe peristiwa hal yang demikian sebab saking banyaknya ragam variasi tanaman nan merecup disekitar kita, menginjak dari tanaman sayur-sayuran, buah – buahan, tanaman atau tumbuhan nan malahan dimanfaatkan untuk obat obatan, ulah polah pepohonan, tumbuhan hias, tumbuhan paku dan banyak pun spesies diversifikasi pohon yang lainnya. Pada tiap macam dan jenis tanaman tersebut mempunyai habitat, manfaat serta memiliki ciri ciri nan berbeda cedera. Misalnya plong sayuran dan pula pada buah buahan, dimanfaatkan kandungan vitaminnya nan terdapat di dalamnya untuk memenuhi keperluan zat makanan lega raga setiap harinya. Meskipun sreg tanaman obat obatan dimanfaatkan sebagai pemohon dari bermacam tipe penyakit. Nah berikut ini ialah sebagian tipe 42+ Contoh Produk Olahan Sampah Organik Mulai sejak Anak uang Yang Dikeringkan Terpopuler ialah sebagai berikut 42+ Contoh Produk Olahan Sampah Organik Dari Bunga Yang Dikeringkan Terpopuler Source Lantas apasih intensi bermula dibuatnya poster dan slogan ini ? Source Beberapa olahan makanan nan kita konsumsi selama ini ternyata memang merupakan hasil karya berusul penerapan bioteknologi. Source Lantas apasih tujuan dari dibuatnya poster dan slogan ini ? Source Pendek narasi, saya temukan racun hama organik yang sekata kerjakan tanaman anggur. Source Kalau kita menelisik lebih dalam bagaimana korban pangan itu diproduksi, kita akan menemukan peran sejumlah mikroorganisme di dalamnya. Source Sampah alias limbah organik ini tergolong sampah yang ramah lingkungan karena dapat di urai maka itu basil secara lami dan berlangsungnya. Source Komplet sampah organik dan pengertiannya. Source Sampah yang enggak boleh diuraikan bisa digunakan bikin bahan daur ulang, contohnya plastik. Source Lantas apasih tujuan dari dibuatnya surat tempelan dan slogan ini ? Source Limbah kaleng ialah sampah bersumber produk minuman dan beberapa makanan yang diawetkan. Source Lantas apasih harapan dari dibuatnya poster dan slogan ini ? Source Sampah atau limbah organik ini tergolong sampah nan ramah lingkungan karena boleh di urai maka dari itu bakteri secara lami dan berlangsungnya. Source Sampah organik adalah limbah yang bersal mulai sejak sisa makhluk arwah alam seperti hewan, sosok, pokok kayu nan mengalami pembusukan atau pelapukan. Source Limbah organik limbah organik ialah limbah yang berpangkal dari makhluk semangat alami dan sifatnya mudah memburuk/awut-awutan. Source Sampah organik adalah limbah yang bersal bermula sisa makhluk hidup alam sebagaimana hewan, manusia, tumbuhan nan mengalami pembusukan alias pelapukan. Source Siapa nih yang udah pernah takhlik poster atau slogan ? Source Sebagai contoh komoditas kerajinan yang dibuat dari hasil olahan limbah organik dan anorganik tersebut misalnya ialah seperti yang dapat anda tatap dan tonton sreg tayangan video ini. Source Abu kusen sisa olahan mebel. Source Sampah organik nan bisa diolah untuk menghasilkan biogas misalnya sampah dari pasar indung biogas yang dihasilkan dari olahan limbah organik itu kemudian dapat disalurkan sebagai mangsa gerakan go green untuk menggunakan produk organik, mengurangi sampah dan bertenggang energi. Source Bunga kembang sepatu merupakan anakan yang paling banyak dijadikan komplet plong palajaran morfologi tumbuhan di sekolah.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. ARTIKEL, KARYASITI NUR ASMAYASARIXII MIPA 7 SMAN 1 PADALARANG Pada September lalu , tepatnya pada tanggal 6 September 2021 para siswa maupun siswi kelas 12 di SMA Negeri 1 Padalarang tahun ajaran 2021-2022 ditugaskan dalam mata pelajaran PPKN yang berkaloborasi dengan mata pelajaran Biologi dengan adanya pembuatan ecoenzim. Mengapa hal ini ada sangkut-pautnya dengan mata pelajaran PPKN? dikarenakan adanya materi yg membahas mengenai kemajuan IPTEK terhadap NKRI , yang menjadi salah satu teknologi baru untuk mengurangi nya sampah-sampah organik yang ada di apakah kalian pernah mendengar istilah ecoenzim? Ini adalah salah satu produk dari sisa organik yang memiliki banyak sekali Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand yang pertama kali memperkenalkan ecoenzim. ecoenzim merupakan hasil olahan limbah dapur yang difermentasi dengan menggunakan gula merah beserta air . Limbah dapur organik yang diolah adalah yang berupa ampas buah dan sayuran. Sehingga memiliki warna cokelat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang cukup bisa menjadi cairan serbaguna dan pengaplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian, atau untuk peternakan. Pada dasarnya, ecoenzim mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa bahan dapur yang tidak dipakai lagi untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat. Jadi Tujuan dari proyek ini juga untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya dibuang ke dalam tong sampah menjadi pembersih organik, atau sebagai pupuk alami dan pestisida yang selain itu , ada tujuan lain yaitu dengan adanya pembuatan proyek seperti ini kita dapat dan bisa mengurangi banyaknya sampah-sampah organik disekitar kita. Karena sampah yang menumpuk memiliki dampak negatif yang besar bagi umat manusia , seperti bau yang mengganggu dan menyengat , bahkan menjadi biangnya dalam penyakit yang dapat terjadi dikemudian hari maupun sekarang. 1 2 3 Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
produk olahan sampah organik dari bunga yang dikeringkan